Tuesday, January 03, 2017

Apa Itu Sajak?

sajak
By Google
Sajak adalah puisi, akan tetapi puisi belum tentu ia sajak. Sajak merupakan salah satu bentuk karya sastra yang termasuk puisi baru, dimana penyajiannya bebas dilakukan baik dalam baris, kata-kata maupun iramanya, namun tetap dalam kondisi yang teratur dan terikat 😵. Meskipun sajak bukan merupakan syarat khusus untuk puisi lama, namun pengaruh dari sajak sangat mengikat pada bentuk dan pemilihan kata di dalam puisi tersebut.

Sajak, sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa, baik itu kesamaan bunyi maupun kekontrasan. Dimana sajak tersendiri dapat mengungkapkan perasaan dan pemikiran sang penyair, baik secara emosional dan membawa suasana tersendiri. 😍

Kata sajak dikenal dalam kesastraan Indonesia. Penggunaan istilah ini sering dicampur adukkan dengan puisi😩. Padahal🙈, istilah Sajak ini lebih bersifat khusus individunya, sedangkan puisi lebih bersifat general, jenisnya. Sedangkan Puisi cenderung digunakan untuk berpasangan dengan istilah prosa, seperti istilah poetry dalam bahasa Inggris yang dianggap sebagai salah satu nama jenis sastra.

Padahal Sajak memiliki makna yang lebih luas😮. Tidak hanya sekadar hal yang tersirat, namun sudah menyangkut materi isi puisi, bahkan sampai pada efek yang ditimbulkan, seperti bunyi. Ada pula yang mengatakan bahwa sajak merupakan suatu persamaan bunyi, persamaan ini terdapat pada kalimat atau perkataan yang berada di awal, di tengah ataupun di akhir kalimat atau perkataan.

Dalam pendapat yang lain, sajak diartikan sebagai puisi yang tidak terikat pada setiap kata-katanya, jadi dalam penulisannya bisa dilakukan dengan bebas. Oleh karenanya, sajak itu biasa digunakan untuk mengucapkan fikiran penyair dalam cara yang lebih indah, segar dan bebas.

Sedangkan Menurut KBBI 📖:

sajak/Sa-Jak/ n (1) gubahan sastra yang berbentuk puisi; (2) bentuk karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat; (3) gubahan karya sastra yang sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa, baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan; (4) patut; kena; cocok: ia berpakaian indah lagi --;

ISI DALAM SESEBUAH SAJAK
  • Unsur pujaan
  • Unsur keagamaan
  • Unsur kesedihan
  • Unsur pengajaran
  • Unsur sindiran
  • Unsur percintaan
  • Unsur pengisahan

SIFAT-SIFAT SAJAK
  • Mempunyai baris-baris yang membentuk rangkap.
  • Tidak harus mempunyai imbangan bunyi yang tetap
  • Mempunyai keharmonian atau penyesuaian yang baik antara isi dengan bahasa.
  • Sajak tidak semestinya mengemukakan pertentangan bunyi atau rima akhir ditiap-tiap baris.

BENTUK-BENTUK SAJAK

Disitkhon
Sajak yang ditulis dalam bentuk dua baris bagi tiap-tiap serangkap.

Terzina
Sajak yang serangkapnya terdiri daripada tiga baris

Quantrain
Sajak yang rangkap-rangkapnya terbangun atas empat baris. Bentuknya lebih menyerupai pantun dan syair.

Quintain
Sajak yang rangkapnya dibentuk oleh lima baris atau kalimat

Sextet
Sajak yang digubah dengan pemaikaian rangkap yang terdiri daripada enam baris.

Oktaf (stanza)
Sajak yang rangkapnya terdiri oleh lapan baris atau kalima

MACAM-MACAM SAJAK

A. Menurut Posisinya

Menurut posisinya sajak dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Sajak Awal
Sajak Awal adalah persesuaian bunyi suku kata yang terletak di awal kata.
Contoh: Betapa berat beban derita ini

b. Sajak Akhir
Sajak Akhir adalah persesuaian bunyi suku kata yang terletak di akhir kata.

B. Menurut Kesesuaian Bunyi Suku Kata

Menurut kesesuaian bunyi suku katanya, sajak digolongkan menjadi beberapabagian, yaitu:

a. Sajak penuh atau sajak sempurna
Yaitu persamaan bunyi suku kata terakhir secara panuh.

b. Sajak paruh atau sajak tidak sempurna
Yaitu persamaan bunyi suku kata terakhir namun tidak secara keseluruhan.

c. Sajak Aliterasi
Yaitu persamaan bunyi pada huruf konsonan pada setiap kata-kata dalam puisi. Kesamaan bunyi sajak ini tidak terletak pada bagian akhir tau bagian depan baris puisi sajak namun terletak pada keseluruhan kata demi kata.

d. Sajak Asonansi
Yaitu persamaan bunyi pada huruf fokal pada setiap kata-kata dalam puisi. Kesamaan bunyi sajak ini tidak terletak pada bagian akhir atau bagian depan baris puisi saja namun terletak pada keseluruhan kata demi kata.

e. Sajak Rangkai
Yaitu persamaan bunyi huruf fokal pada beberapa suku kata.

f. Sajak Rangka
Yaitu persamaan bunyi pada huruf konsonan pada beberapa suku kata dalam puisi.

C. Menurut Kesesuaian Bunyi Akhir Setiap Kata

Jika dilihat dari susunan bunyi akhirnya setiap kata yang terdapat dalam puisi, sajak dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu:

a. Sajak rata atau sajak sama
Sajak rata atau sajak sama adalah kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-a-a-a

b. Sajak silang atau sajak senkelang
Sajak silang atau sajak senkelang adalah kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-b-a-b

c. Sajak kembar atau sajak pasangan
Sajak kembar atau sajak pasangan adalah kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-a-b-b

d. Sajak peluk atau sajak paut
Sajak peluk atau sajak paut adalah kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-b-b-a

e. Sajak patah atau sajak putus
Sajak patah atau sajak putus adalah kesesuaian bunyi akhir yang mempunyai rumus a-a-a-b atau a-b-b-b

(+) Perbedaan Sajak dan Puisi

Dalam kesusastraan Indonesia dikenal dua istilah yang sering dicampuradukkan, yaitu sajak dan puisi. Istilah puisi berasal dari kata poezie (Belanda). Dalam bahasa Belanda dikenal pula istilah gedicht yang berarti sajak. Dalam bahasa Indonesia (Melayu) hanya dikenal istilah sajak yang berarti poezie maupun gedicht. Istilah puisi cenderung digunakan untuk berpasangan dengan istilah prosa, seperti istilah poetry dalam bahasa Inggris yang dianggap sebagai salah satu nama jenis sastra. Jadi, istilah puisi lebih bersifat general, jenisnya, sedangkan sajak bersifat khusus, individunya.

Sajak adalah puisi, tetapi puisi belum tentu sajak. Puisi mungkin saja terdapat dalam prosa seperti cerpen, novel, atau esai sehingga sering orang mengatakan bahwa kalimat-kalimatnya puitis (bersifat puisi). Puisi menjadi suatu pengungkapan secara implisit, samar, dengan makna yang tersirat, di mana kata-kata condong pada artinya yang konotatif, demikian menurut Putu Arya Tirtawirya . Sementara sajak, lebih luas lagi, tak sekadar hal yang tersirat, tetapi sudah menyangkut materi isi puisi, bahkan sampai ke efek yang ditimbulkan, seperti bunyi. Maka itu, sajak terkadang juga dimaknai sebagai bunyi.

Sajak
Apakah sajak itu? Tidak ada satu defenisipun yang mampu menjawabnya dengan sempurna, kecuali jawaban penyair Boris Pasternak dalam sajaknya yang berjudul batasan sajak

sajak adalah siul melengking suram
sajak adalah gemertak kerucut salju beku
sajak adalah daun-daun menges sepanjang malam
sajak adalah dua ekor burung malam menyanyikan duel
sajak adalah manis kacang kapri mencekik mati
sajak adalah air mata dunia diatas bahu

sebuah sajak pada hakekatnya mengundang kita berasosiasi. Tidak berinterpretasi, bertafsir-tafsir. Sekaitan dengan masalah inilah kiranya kesan keseluruhan tepat diterapkan suatu penilayan.

Puisi😴
Kita tentunya telah sering mendengar kata puisi, tetapi setiap kali diminta untuk menjelaskan pengertian puisi, seringkali menjumpai kesulitan karena begitu banyaknya ragam puisi sehingga rumusan pengertian tentang puisi, untuk salah satu bentuk puisi sesuai, bila diterapkan pada puisi yang lain tidak. Pada dasarnya perumusan pengertian puisi itu sendiri tidaklah penting karena yang penting adalah mampu memahami dan menikmati puisi yang ada.

Secara etimologi, istilah puisi berasal dari bahasa yunani “poeima” membuat atau “poesis” pembuatan, dan dalam bahasa inggris disebut ”poem” atau “poetry”. Puisi diartikan “membuat” dan “pembuatan” karena lewat puisi pada dasarnya seorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri, yang mungkin berisi pesan atau gambaran suasana-suasana tertentu, baik fisik maupun batiniah.

Dengan mengutip pendapat Mc Caulay, Hudson mungungkapkan bahwa puisi adalah salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi, seperti halnya lukisan yang menggunakan baris dan warna dalam menggambarkan gagasan pelukisnya. Rumusan pengertian puisi diatas, sementara ini dapat kita terima karena kita seringkali diajak oleh suatu ilusi tentang keindahan, terbawa dalam suatu angan-angan, sejalan dengan keindahan penataan unsur bunyi, penciptaan gagasan, maupun suasana tertentu sewaktu membaca suatu puisi.

~SEMOGA BERMANFAAT😎~
JANGAN LUPA UNTUK SHARE KE KAWAN-KAWAN
KRITIK DAN SARAN KALIAN TERBUKA BEBAS (TINGGAL ISI DI KOLOM KOMENTAR)

Share this

Saya Mustofa Ikhwanul Jamil, Biasa Di Panggil Asep...
Untuk Lebih Mengenal Silahkan [Klik Disini]

1 Response to "Apa Itu Sajak?"

  1. ijin baca bang....
    di tunggu kunbalnya uniktoh.xyz

    ReplyDelete

Agar Blog ini dapat menjadi lebih baik lagi. Silahkan Sampaikan Komentar, Kritik, dan Saran kalian...
Jangan Cuman diUcap Dalam Hati, Tetapi bagikanlah kepada pembaca yang lainnya juga...
Dengan bahasa yang sopan dan tanpa sara....

~SEMOGA BERMANFAAT~ ^_^